Sambutan Pendiri STT TIBERIAS

 

Sebagai gembala sidang dari Gereja Tiberias Indonesia, saya memimpin gereja yang identik dengan mujizat dan kuasa Allah. Namun, ada satu sisi dari diri saya yang tidak diketahui oleh banyak orang, yaitu saya sebagai seorang pembelajar yang kritis dan tekun. Seperti dikatakan orang bahwa filsafat adalah raja dari ilmu pengetahuan, dan teologi adalah ratu dari sains, saya dapat mengatakan bahwa saya telah mempelajari dua ilmu tersebut (filsafat dan teologi). Saya pernah menjadi mahasiswa filsafat di salah satu universitas ternama di Indonesia, dan saya pun adalah seorang lulusan sekolah teologi

Setelah saya menjadi Kristen, perintah Tuhan pertama kali kepada saya adalah, "Pariadji, bacalah Alkitan, karena di situ ada Injil Kerajaan Surga. Sejak itu saya terus-menerus mempelajari Alkitab, di setiap kesempatan yang ada. Saya dan istri pernah menjadi murid berbagai sekolah Alkitab seperti Sekolah Alkitab Malam, dan mengikuti berbagai pendalaman Alkitab, sampai akhirnya saya pun menjadi mahasiswa sekolah teologi, karena perintah Tuhan kepada saya untuk membaca Alkitab dan kehausan akan Firman Tuhan yang dalam. Saya juga rajin mempelajari berbagai buku-buku yang dapat memperdalam pengertian saya akan Firman Tuhan seperti berbagai literatur teologi, sejarah gereja, bahkan kitab Talmud.

Karena itulah saya tergerak untuk mendirikan suatu sekolah teologi interdenominasi dengan sistem pendidikan teologi yang unggul, untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berwawasan teologi yang tinggi, yang dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam hidup, karir, serta pelayanan, dan sukses menjadi yang terbaik dalam bidang apapun yang mereka tekuni. Suatu sekolah teologi yang menghasilkan teolog yang handal, namun penuh kuasa Allah, dan sukses/berhasil dalam hidup, karir serta pelayanan. Itulah alasan STT Tiberias didirikan dan itulah harapan dan doa saya bagi Anda yang bergabung di dalamnya. Tuhan Yesus memberkati

Pdt. DR. Yesaya Pariadji, S.Th