Latar Belakang Sejarah Pendirian Sekolah Tinggi Teologi Tiberias Jakarta

Sebagai Gembala Sidang dari Gereja Tiberias Indonesia, Pdt. Yesaya Pariadji memimpin gereja yang identik dengan mujizat dan kuasa Allah. Namun, ada satu sisi dari diri Pdt. Yesaya Pariadji yang tidak diketahui oleh banyak orang, yaitu Pdt. Yesaya Pariadji sebagai seorang pembelajar yang kritis dan tekun. Seperti dikatakan orang bahwa filsafat adalah raja dari ilmu pengetahuan, dan teologi adalah ratu dari sains, Ia dapat mengatakan bahwa Ia telah mempelajari dua ilmu tersebut (filsafat dan teologi), Ia pernah menjadi mahasiswa filsafat di salah satu universitas ternama di Indonesia, dan Ia pun adalah seorang lulusan sekolah teologi.

Setelah Pdt. Drs. Yesaya Pariadji menjadi Kristen, perintah Tuhan pertama kali kepadanya adalah, "Pariadji, bacalah Alkitab, karena di situ ada Injil Kerajaan Surga. Sejak itu ia terus-menerus mempelajari Alkitab, di setiap kesempatan yang ada. Pdt. Yesaya Pariadji dan istri pernah menjadi murid berbagai sekolah Alkitab seperti Sekolah Alkitab Malam, dan mengikuti berbagai pendalaman Alkitab, sampai akhirnya ia pun menjadi mahasiswa sekolah teologi, karena perintah Tuhan kepadanya untuk membaca Alkitab dan kehausan akan Firman Tuhan yang dalam. Ia juga rajin mempelajari berbagai buku-buku yang dapat memperdalam pengertiannya akan Firman Tuhan seperti berbagai literature teologi, sejarah gereja, bahkan kitab Talmud.

Karena itulah Pdt. Drs. Yesaya Pariadji tergerak untuk mendirikan suatu sekolah teologi interdenominasi dengan sistem pendidikan teologi yang unggul, untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berwawasan teologi yang tinggi, yang dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam hidup, karir, serta pelayanan, dan sukses menjadi yang terbaik dalam bidang apapun yang mereka tekuni. Suatu sekolah teologi yang menghasilkan teolog yang handal, namun penuh kuasa Allah, dan sukses/berhasil dalam hidup, karir serta pelayanan. Itulah alasan STT Tiberias didirikan dan itulah harapan dan doa ia bagi Anda yang bergabung di dalamnya. Tuhan Yesus memberkati